5 Gebrakan Kilat Purbaya: Langkah Awal yang Menyegarkan di Kursi Keuangan

Sepekan setelah dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menunjukkan manuver-manuver kebijakan yang terasa berbeda dan cukup agresif. Berikut lima gebrakan paling mencolok yang menjadi sorotan publik:
Artikel berjudul 5 Gebrakan Kilat Purbaya: Langkah Awal yang Menyegarkan di Kursi Keuangan ini kami hadirkan kembali dalam versi ringkas agar Anda bisa langsung menangkap inti pembahasannya tanpa harus membaca keseluruhan berita di sumber utama. Isinya kami pilih dari topik yang sedang ramai dibicarakan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu langkah paling keras yang diumumkan Purbaya adalah penindakan terhadap wajib pajak yang belum menjalankan kewajiban. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan lebih agresif dalam menagih tunggakan pajak, memperkuat tim penagihan, dan memperbaiki sistem pengawasan pajak agar kepatuhan meningkat. Langkah ini tidak hanya bersifat simbolis — ia bertujuan mempertebal basis penerimaan negara di tengah tantangan defisit fiskal.
Tidak hanya mengatur fiskal pusat, Purbaya juga memberi “ultimatum” kepada pemerintah daerah. Bila belanja daerah (APBD) tidak terserap maksimal, pemerintah pusat dapat menarik sebagian alokasi dana atau intervensi kebijakan. Taktik ini dimaksudkan agar roda belanja daerah tidak mandek dan efeknya merembet ke aktivitas ekonomi lokal.
Kami menyajikan ringkasan dari artikel ini untuk memudahkan Anda memahami pokok pembahasannya. Anda bisa membaca berita selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Sumber: TrenMedia.co.id






