Peneliti Temukan Polusi Udara Bisa Hambat Perkembangan Otak Bayi

Sebuah penelitian dari Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) mengungkapkan bahwa polusi udara dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research, para ilmuwan menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang terpapar partikel halus (PM2.5) selama kehamilan cenderung memiliki pematangan otak yang lebih lambat.
Artikel berjudul Peneliti Temukan Polusi Udara Bisa Hambat Perkembangan Otak Bayi ini kami hadirkan kembali dalam versi ringkas agar Anda bisa langsung menangkap inti pembahasannya tanpa harus membaca keseluruhan berita di sumber utama. Isinya kami pilih dari topik yang sedang ramai dibicarakan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut Dr Mònica Guxens, peneliti utama dari ISGlobal, paparan partikel halus bahkan pada kadar rendah sudah dapat memengaruhi proses pembentukan saraf otak bayi.
“Paparan polusi udara, bahkan dalam kadar yang relatif rendah, sudah cukup untuk mempengaruhi pematangan otak neonatus,” kata Guxens, dikutip dari EurekAlert.
Hasil analisis menunjukkan bahwa bayi dari ibu yang tinggal di wilayah dengan kadar PM2.5 tinggi memiliki tingkat mielinasi (myelination) yang lebih rendah. Mielinasi adalah proses pembentukan lapisan pelindung (mielin) di sekitar serabut saraf otak, yang berfungsi mempercepat transmisi sinyal listrik antar sel saraf.
Kami menyajikan ringkasan dari artikel ini untuk memudahkan Anda memahami pokok pembahasannya. Anda bisa membaca berita selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Sumber: TrenMedia.co.id






